pagi ini saya terbangun lebih cepat lagi dari biasanya, sepertinya Allah memang menakdirkan sy untuk slalu menghadap-Nya. setelah sholat subuh sy brusaha menenangkan diri dan brusaha realistis akan ke-realistisan seseorang. tapi tidak juga berhasil, yang ada saya kembali mengandalkan air mata untuk penenangan diri yang sebenarnya tidak membuat sy akhirnya merasa lebih baik. setelah menangis, saya kembali lagi mencari-cari penjelasan tentang masalah yang sama. bertanya kepada rika. karna sepertinya hanya dia yang pandai menenangkan saya di rumah ini ketika saya ada masalah. beberapa nasihat dan patah katanya membuat sy sdkit lbih bisa brfikir realistis, tapi tetap masih sulit untuk melupakan moment-moment indah itu. saya sadar dengan sikap yang berlebihan semakin mendarahdaging.
setelah bercerita, saya mencoba lagi untuk menenangkan diri, berbaring di kamar Rika dan merenung. menutup mata dan bersungguh-sungguh berdoa dalam hati, meminta-Nya untuk membuat prasaan dan fikiran sy jd lbh tenang dan realistis. membayangkan Allah ada di sekeliling sy. berusaha meyakinkan diri jika Allah tidak akan pernah membuat saya merasa sendiri dalam keadaan benar-benar sendiripun itu. Allah yang menciptakan saya. dan Dia yang akan meniadakan saya. bgitu juga dengan prasaan, Allah yang menciptakan perasaan sayang di hatinya dan Allah pula yang meniadakannya skarang. dan Allah tidak pernah membuat manusianya menjadi buruk. ini jelas-jelas bukan salahnya, dia hanya manusia yang mengalami takdir. dan dia hanya manusia yang brusaha menanggapi smuanya dengan realistis yang memang mutlak di tanamkan dlm kehidupan nyata. dia hanya anak manusia yang brusaha mempertahankan hidupnya demi masa depan yang cerah. sayapun juga ingin seperti itu. jika saya memaksakan dia untuk mempertahankan smuanya, saya hanya akan mempersulit dia dan diri saya, tentunya. jadi tidak ada alasan untuk tetap bertahan hanya karna momen-momen masa lalu. itu hanya masa lalu. saya harus bertahan demi masa depan.
setelah itu saya perlahan bisa merasa lebih baik dan realistis. ini pelajaran yang sangat berharga. ketika kita jatuh, Allah slalu ada dan mendengar doa kita jika kita bersungguh-sungguh. hanya Dia yang peduli ketika tidak seorangpun yang peduli padahal terkadang sy melupakan menghadap kepada-Nya ketika saya senang. sungguh skarang tidak ada alasan untuk tidak beribadah. tidak ada alasan untuk putus asa. Thanks God ! :'))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar